JENIS LAYANAN DI PERPUSTAKAAN

ASSALAMUA'LAIKUM

selamat datang kembali ke blog saya dan terimakasih karena selama ini masih setia melihat maupun membaca isi dari blog saya saya doakan kalian mudah rezeki dan di permudah segala urusannya..

okee, kali ini saya akan membahas jenis-jenis layanan yang ada di perpustakaan kemungkinan saya membahas disini hanya 5 jenis layanan selebihnya bisa kawan2 cari di buku maupun di jurnal ya gaess.

1. layanan sirkulasi

Pelayanan sirkulasi adalah pelayanan yang menyangkut peredaran bahan-bahan pustaka yang dimiliki oleh perpustakaan. Pada pelayanan sirkulasi ini dilakukan proses peminjaman bahan pustaka yang boleh dipinjam, penentuan jangka waktu peminjaman, pengembalian bahan pustaka yang dipinjam dan pembuatan statistik peminjaman untuk membuat laporan perpustakaan (jenis layanan ini akan dibahas lebih terperinci dalam bab tersendiri).

Jenis koleksi yang dipinjamkan biasanya terbatas kepada bahan tercetak saja. Tetapi ada juga perpustakaan yang meminjamkan bahan-bahan non buku seperti kaset audio, kaset video, bahkan sekarang dengan variasi koleksi di perpustakaan ada perpustakaan yang meminjamkan koleksi bahan pustaka dalam bentuk disket, CD-ROM, Video-CD atau VCD dan DVD serta bahan-bahan lain. Bahan tercetakpun tidak semua dipinjamkan. Jenis bahan pustaka yang lazim dipinjamkan adalah buku teks. Ada juga perpustakaan yang meminjamkan majalah-majalah lama (back issues). 

Peminjamannya biasanya terbatas kepada anggota perpustaka-an. Pemakai yang bukan anggota biasanya tidak boleh meminjam. Mereka hanya diperbolehkan membaca di tempat. Jangka waktu peminjaman bervareasi antara perpustakaan yang satu dengan perpustakaan yang lain. Ada perpustakaan yang meminjamkan koleksinya selama satu minggu, dua minggu dan bahkan ada yang sebulan. Tetapi untuk buku yang sangat diminati, perpustakaan hanya meminjamkan koleksinya selama satu hari saja (short loan collection). Biasanya jenis peminjaman seperti ini diadakan di perpustakaan perguruan tinggi.

2. layanan referensi

Layanan referensi adalah kegiatan pelayanan perpustakaan untuk membantu pemakai perpustakaan menemukan informasi dengan cara menjawab pertanyaan dangan menggunakan koleksi rereferens serta memberikan bimbingan untuk menemukan dan memakai koleksi referens. Karena itu layanan referens tersebut tidak lain adalah: (1) layanan yang bersifat langsung artinya dalam memberikan layanan itu betul-betul berhubungan langsung dengan para pemakai, (2) memberikan informasi kepada pemakai baik informasi kepada pemakai baik informasi yang sifatnya ilmiah untuk kepentingan studi dan penelitian maupun informasi yang sifatnya tidak ilmiah, (3) dalam memberikan informasi tadi pelayanan petugas referens dapat dengan leluasa menggunakan sumber-sumber baik yang ada di perpustakaan sendiri maupun yang ada diluar perpustakaan, (4) membantu para pembaca/ pemakai perpustakaan dalam menggunakan atau memangfaatkan sumber-sumber perpustakaan yang ada dengan sebaik-baiknya. 

Pada umumnya pelayanan referens adalah sama untuk setiap jenis perpustakaan yaitu memberikan pelayanan yang baik dan efisien kepada pengunjung atau pemakai perpustakaan baik bersifat langsung, misalnya menjawab pertanyaan pengunjung maupun yang sifatnya tidak langsung seperti membina dan mengembangkan koleksi rujukan.

Tugas layanan referens tersebut berjalan baik apabila petugas memperhatikan orang/ pemakai yang dilayaninya. Berbeda masyarakat yang dilayani berbeda pula kebutuhannya. Disamping harus memperhatikan kebutuhan pemakai, tentu saja perpustakaan tersebut harus menyediakan sumber-sumber yang dapat memberikan informasi yang tepat kepada pemakai (jenis layanan ini akan dibahas lebih terperinci dalam bab tersendiri).

3. layanan pendidikan pemakai
Tidak semua pemakai perpustakaan dapat atau mampu menggunakan perpustakaan dengan baik dan benar. Banyak pemakai perpustakaan tidak mengetahui fungsi katalog, cara penyusunan buku di rak, penggunaan bahan-bahan referens, alat-alat baca seperti alat baca mikro dan, pada perpustakaan masa kini, komputer. Bahkan pada perpustakaan yang sudah menerapkan sistem otomasi, pemakai tidak serta merta mengetahui dan menguasai penggunaan katalog perpustakaan (OPAC). Karena itu perpustakaan perlu dan bahkan pada perpustakaan perguruan tinggi harus menyelenggarakan pendidikan pemakai. Pemakai juga sering tidak mengetahui layanan-layanan apa saja yang disediakan perpustakaan, serta bagaimana cara mendapatkan layanan tersebut. Jadi layanan pendidikan pemakai didefinikan sebagai layanan yang diberikan kepada pemakai yang berisi penjelasan mengenai cara-cara pemanfaatan baik koleksi maupun layanan perpustakaan.

Tujuan pendidikan pemakai adalah agar pemakai dapat dengan mudah menggunakan perpustakaan dengan baik dan benar. Dengan demikian pemakai dapat mencari kebutuhan informasinya dengan cepat, tepat dan efisien.

Isi pendidikan pemakai antara lain adalah:

· Memperkenalkan perpustakaan secara umum seperti tugas dan fungsi yang diemban oleh perpustakaan, apa saja yang dikoleksi oleh perpustakaan dan jumlahnya berapa, apa saja layanan yang disediakan oleh perpustakaan dan bagaimana cara memperolehnya.
· Keanggotaan perpustakaan seperti siapa yang boleh dan tidak boleh menjadi anggota perpustakaan, jenis keanggotaan (biasa, luar biasa dan lain-lain), hak-hak anggota, kewajiban anggota dan sebagainya.
· Peraturan dan tata tertib yang harus dipatuhi oleh pemakai perpustakaan seperti peraturan menjadi pengunjung perpustakaan (misalnya wajib mengisi buku tamu, tidak boleh membawa tas dan jaket ke ruang baca/ koleksi, tidak boleh membawa makanan/ minuman ke ruang baca/ koleksi dan lain-lain), sanksi bagi pemakai yang melanggar peraturan (denda bagi peminjam yang terlambat mengembalikan pinjaman, sanksi bagi peminjam yang menghilangkan buku, sanksi bagi pemakai yang mencuri atau melakukan penyobekan buku dan sebagainya).
· Teknik penelusuran informasi seperti bagaimana cara atau teknik penggunaan koleksi referens, bagaimana cara penelusuran katalog, bagaimana cara penggunaan OPAC, bagaimana cara atau teknik penelusuran pada secara online atau penelusuran informasi yang ada di internet, dan lain-lain).

Cara atau teknik penyampaian pendidikan pemakai sangat bervariasi untuk setiap jenis perpustakaan. Beberapa cara antara lain:

· Disampaikan secara formal seperti penyelenggaraan pendidikan pemakai di kelas.
· Disampaikan secara tidak formal seperti pemberian bimbingan di ruang baca.

4.layanan penelusuran literatur

Layanan ini biasanya diselenggarakan oleh perpustakaan khusus (lembaga penelitian) dan perpustakaan perguruan tinggi. Pada kedua perpustakaan ini seringkali pemakainya, karena kesibukannya yang luar biasa, tidak sempat mencari sendiri informasi atau literatur yang dibutuhkannya. Pada kasus yang demikian ini maka pustakawan harus dapat membantu mereka mencarikan informasi dan literatur yang dibutuhkan dan diminta oleh pengguna.

Dalam menyelenggarakan layanan seperti ini beberapa perpustakaan, khususnya di perguruan tinggi, menempatkan satu meja/ konter untuk konsultasi bagi pemakai yang membutuhkan pertolongan. Nama konter tersebut bermacam-macam. Ada yang menamakan meja informasi, meja konsultasi pemakai (reader adviser), meja kesiagaan informasi dan lain-lain. Dalam hal ini pustakawan bersiaga menerima permintaan untuk menelusur informasi yang dibutuhkan pemakai.

Persiapan yang harus dilakukan dalam menyelenggarakan layanan ini ialah perpustakaan harus mempunyai katalog yang lengkap dan handal sehingga pustakawan yang membantu mencarikan literatur tidak menemui kesulitan dalam mencari kebutuhan pemakai. Perpustakaan juga harus memiliki terbitan seperti bibliografi, indeks dan majalah abstrak sebagai alat penelusuran informasi/ literatur. Perpustakaan juga harus menyediakan formulir untuk mencatat pertanyaan pemakai, mesin ketik atau lebih baik komputer untuk mengetikkan jawaban hasil penelusuran, mesin fotokopi untuk menggandakan literatur yang dibutuhkan oleh pemakai dan lain-lain.

5. layanan pembaca berkebutuhan khusus

Perpustakaan umum sering menyelenggarakan layanan jenis ini. Selain layanan anak dan remaja perpustakaan umum juga biasanya menyelenggarakan layanan khusus yang diberikan kepada masyarakat yang berada di lembaga pemasyarakatan, panti asuhan, panti jompo, penyandang cacat seperti tuna netra dan tuna rungu, serta petugas yang terpencil seperti guru, penjaga mercu suar dan perbatasan. Untuk menyelenggarakan layanan khusus seperti ini diperlukan persiapan dan perencanaan yang matang sehingga apa yang disampaikan sesuai dengan masyarakat yang dilayaninya. Beberapa pertimbangan diperhatikan seperti:

· Kebutuhan, selera, pendidikan, usia dan keamanan/ ketertiban pembaca
· Waktu pelayanan pada setiap lokasi tentu tidak tiap hari karena kondisi mereka yang berbeda dengan masyarakat yang berbeda dengan masyarakat umumnya
· Petugas layanan pada unit layanan khusus harus lebih terampil dan mempunyai kesabaran yang tinggi serta luwes dalam mengambil keputusan.

Layanan khusus bagi masyarakat tersebut bukan hanya bertujuan agar mereka terampil menggunakan perpustakaan, namun lebih dari itu agar masyarakat tersebut mendapatkan tambahan pengetahuan, sehingga rasa percaya diri mereka dapat tumbuh dan mereka yakin dapat berbaur dengan masyarakat lain di luar lingkungannya.

Penyiapan koleksi untuk dilayanan kepada mereka adalah sebagai berikut:

· Untuk layanan khusus ke lembaga pemasyarakatan perlu dipilihkan bahan pustaka yang bermanfaat untuk membekali pengetahuan yang berguna bagi pembacanya sehingga saat mereka kembali ke masyarakat memiliki bekal dalam menjalani kehidupan yang layak. Subyek-subyek yang dipilih dapat berupa agama, ilmiah populer, teknologi tepat guna, keterampilan.
· Untuk layanan khusus ke panti asuhan dan panti jompo perlu dipilihkan bahan pustaka yang dapat menumbuhkan percaya diri agar pembacanya dapat mandiri dan sadar akan keadaannya. Subyek-subyek yang dipilih dapat berupa agama, kesehatan, psikologi, sosial dan budaya, dan keterampilan.
· Untuk layanan khusus ke kelompok pembaca tuna netra perlu dipilihkan bahan pustaka dengan huruf baille. Sayang sekali koleksi dengan huruf baille di Indonesia masih sangat langka.

Comments